Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, December 26, 2014

Rembulan Malam


rembulan malam l sumber gambar

Memandang Malam
Sepi dalam alunan kelam
Bintang tidur lelap terpejam
Burung malam sampaikan salam

Rembulan malam cantik jelita
Berhias tiara bertahta mahkota
Memancar cahaya dari surga
Merangkai aksara menjadi cerita

Rembulan malam tersipu-sipu
Menghela nafas tersenyum malu
Wajah memerah isyaratkan ragu
Pada kisah cerita masa lalu

Rembulan malam tertawa manja
Melukis cinta di cakrawala
Mengeja rasa dilangit jingga
Lembut bening tanpa jelaga

Kau adalah rembulan malam
Bersenandung dalam temaram
Nada simphony bermakna dalam
Melepas dahaga rindu terpendam




Friday, November 21, 2014

Diam Tak Terucap






Aku terdiam
Mata enggan terpejam
Dada meredam dendam
Dari cerita kelam
Yang merajam

Mata memerah
Isyaratkan amarah
Dari sumpah serapah
Dan taburan fitnah
Mengalir dalam darah

...................................

Jika kata-kata yang kau pinta
Aku sudah tak lagi mampu bicara
Bahkan berbisikpun tak bisa

Jika kata maaf yang kau harap
Akan selalu ada walau tak terungkap
Dari baris kalimat yang terucap

Jika sapa yang kau ingin
Maka jiwa ragaku sudah dingin
Hampa rasa terbawa angin

Ahh.....!!!

Tak usah dikenang
Biarkan semua melayang
Tak lama pasti kan menghilang

Tak usah dipikir
Biarkan semua mengalir
Tak lama pasti kan berakhir 



-------------------------------------------
Surabaya, 20141119




Wednesday, April 23, 2014

Harusnya Aku Tak Begini


kuayunkan langkah kecil ini l sumber gambar

Harusnya aku tak begini
Memenjara diri dalam sepi
Merajam hati hingga mati
Tanpa aksi tanpa reaksi

Harusnya aku tak begini
Menyerah pasrah dan kalah
Menepis asa merangkul resah
Membiarkan hati dicumbu gelisah

Harusnya aku tak begini
Memendam amarah dan benci
Menyulut api dalam emosi
Memelihara keji disanubari

Ya...!!
Harusnya aku begini
Tetap berdiri dan berlari
Menyambut terbitnya Matahari
Menyibak kabut penghalang pagi

Harusnya aku tetap begini
Menjadi lelaki sejati
Berjiwa besar dan bernyali
Menyemangati diri dari Frustasi

Jalan lurus masih menungguku
Kan kuayunkan langkah kecil ini
Dengan motivasi dan,
Percaya diri
"Bismillah"


Keep Spirit...!!
Man Jadda wa Jada




special thanks for:
Mira Sahid & Nchie Hanie


 

Tuesday, February 25, 2014

Diatas Mentari


datang diatas mentari l Sumber gambar
 
Aku datang diatas mentari
Kusaksikan sendiri
Apa yang kau alami
Hanya ada dua pertanyaan
Rasa rindu dan kesalahan apa
Yang kau timpakan padaku

Aku berpaling gontai
Memapaki hitamnya jalan
Sesampainya...
Hanya penyesalan
Rasa kecewa 

Luka-lara menusuk jiwa

Membayangkan wajahmu
Adalah duka
Kerinduan ini
Luka dan gundah-gulana
Bila saatnya tiba
Kembali datang penantian tanpa pasti


Kubayangkan wajahmu
Pada bias cahaya rembulan
Kubayangkan senyummu
Pada kerlip bintang gemintang
Dan kubayangkan suaramu
Pada gemercik nyanyian hujan

Tapi tetap kugenggam asa
Tuk menemukan sebutir cinta 

Mungkin pada tetes embun pagi
Pada bias rona pelangi
Atau dihamparan pasir dipantai
 
Dan
Tetap kusambut hadirmu
Walau dibatas ambang senja



Wednesday, January 1, 2014

Rinduku Pada-Mu


Aku Rindu Ya Rabb l Sumber gambar

Ya Allah ya Robb…!!
Malam ini aku menangis
Bersimpuh lemah dihadapan-Mu
Terkapar dalam ketidakberdayaan
Keakuan diri yang kubanggakan
Tidak berarti apa-apa di hadapan-Mu
Kesombongan yang kumiliki
Hanyalah serpihan debu bagi-Mu

Aku rindu ya Robb…!
Rindu suasana hatiku yang dulu
Tidak merasa sepi dalam kesendirian
Tidak merasa bising dalam keramaian
Hati yang selalu hadir untuk-Mu
Bermunajah dengan dzikir dan doa

Aku rindu ya Robb…!!
Aku rindu dengan lembutnya cahaya-Mu
Yang menerangi pekatnya hatiku
Aku rindu dengan lantunan kalam-Mu
Yang menyadarkan dari keterpurukanku
Aku rindu berdzikir kepada-Mu
Yang dulu selalu membasahi bibirku
Aku rindu dengan Tahajudku
Sebagai persembahan ubudiah kepada-Mu

Ya Allah ya Robb…!!
Mudahkan diriku dalam beribadah
Ringankan diriku dalam bermujahadah
Bimbinglah diriku dalam bermuhasabah
Khusyukkan hatiku dalam bermunajah
Untuk menuju gerbang ma’rifah kepada-Mu

Aamiin Yaa Robbal Alamiin





sebuah pengakuan

Tuesday, November 12, 2013

Cinta Putih Tak Teraih


bunga merah yang tak pernah merekah l sumber gambar

Hampir dua dasa warsa kau berlalu dariku
Meninggalkan jejak haru biru
Jiwa mendadak rapuh dan lumpuh
Membenam asa bahagia berdua

Kau memang cantik bermata lentik
Tapi takdir memang tak bisa ditaksir
Disaat diriku tertawan rembulan
mentari pagi membangunkan dari mimpi

Delapan belas tahun lalu...!

Ada bunga merah yang tak pernah merekah
Ada cinta suci yang dibawa mati
Ada Senyum lembut yang terenggut maut
Ada cerita indah yang terkubur tanah

Hari ini...!

Aku menatap resah pada tanah yang memerah
Dibawah makam tempat kau bersemayam
Mengenang kisah yang terajut dalam kalut
Mengalir bersama bulir-bulir nan getir
Membuat limbung dalam renung

Tapi...!
 
Dirimu adalah masa lalu yang bisu
Tak kan hilang dalam kenang
Terukir rapi dalam prasasti hati
Cintamu putih namun tak bisa kuraih


Semoga engkau diterima disisi-Nya
Aamiin



 Jakarta, Nop 2013
 

Wednesday, October 30, 2013

Tentang Hujan

pict from here

Awan hitam berarak datang
Menutup wajah sang langit biru
Rintik hujan mungkin segera luruh
Membasuh hati biru nan berdebu

Sepotong cermin wajah terpaut
Ku pindahkan wajahmu di langit kalut
Walau luruh sudah air ke pekarangan hati
Namun wajah itu menghiasi hari
Terpatri janji
Hingga usai usiaku
Ku tinggalkan wajahmu bersama biru
Pada hujan yang selalu kita rindu

Hujan itu telah mengabariku kepergian
Diantara rinai yang bersulam janji namun tak terpatri
Kau hibahkan kalimat secepat desiran gemuruh yang sesaat
Lalu menerpa disinggasana.
Kini hujan itu berlalu seiring memuainya hati
Yang bersenandung sesal akan ketiadaan waktu
Tuk mampu menghiburmu

Seperti Hujan yang datang pegi...
Begitu pula diriku,,
Waktu kan meramu kenangan bersama mu ..
Dan mengirimkan diriku tuk kembali kepelukanmu.

Masih tentang hujan,,..
Crystalnya menjelma abjad tentang rasa yang menggigil..
Bukan, bukan cuma ataupun hanya!
Ada kotak hitam yang menunggu putih walau hanya titik!
...............................................
.......................................
Peri itu masih menunggu...
Tak peduli akan guntur yang kian ngelantur.




Special thanks :
Kang Aik Sardi (bait kedua), Mbak Yulia Yuli (bait ketiga), Mbak Nova Novili (bait keempat), Teh Bonit Notz (Bait kelima) 



KTR -

Wednesday, August 28, 2013

Melarung Rasa


mencipta seloka nada di samudera


Ketika prasangka mendera
Bagai batu besar menghantam dada
Remuk redam seluruh raga
Diri terluka tanpa bisa meronta

Aku bukanlah manusia tanpa cela
Tapi aku juga tidaklah berhati srigala
Aku masih punya etika dan tata krama
Bisa menjaga apa yang harus dijaga

Aku bukanlah sang Rama
Tapi aku juga bukan Rahwana
Bersikap culika tanpa pranata
Memenjara cinta di taman argasoka

Jangan biarkan prasangka meraja
Hingga mengoyak batas-batas logika
Menepis guratan-guratan aksara 
Membisukan kata dalam bicara 

Berhentilah berprasangka
Jangan biarkan hati berjelaga
Memekat penuh angkara
Tercekat dalam belantara buta 

Sambutlah dua tangan menyapa
Kita akan tetap menjadi saudara
Saudara tanpa dusta tanpa saling curiga
Saudara dalam suka, duka dan cita
Saudara seiman seagama

Rekatkan tangan bersama 
Untuk merajut asa, meraih cita
Menyibak prahara yang melanda
Menorehkan warna indah di mayapada

Mari bersama mendayung bahtera
Melarung semua nafsu durjana
Mencipta seloka nada dihamparan samudera
Bersama cahaya purnama senjakala  



Surabaya, 28 Agustus 2013



Sunday, January 13, 2013

Kumpulan Debu



Diamku bukan berarti benci
Hanya untuk menata hati
Berhati-hati menjaga diri
Agar tidak ada yang tersakiti

Diamku bukan berarti enggan bicara
Hanya ingin menahan rasa
Menjaga jiwa dari sikap alpa
Agar tidak ada yang terluka

Taukah kamu
Aku hanya sekumpulan debu
Berterbangan tak menentu
Akan berlalu bersama waktu

Aku hanyalah nyanyian sunyi
Bagai mimpi disiang hari
Tanpa arti, tanpa melody
Untuk sekedar pelampias emosi

Tapi, aku tetaplah aku, bukan kamu
Seburuk apapun diriku
Aku tetap manusia bukanlah batu
Punya rasa pilu dan rindu 

Biarlah aku tetap begini
Kukuh pada privasi dan harga diri
Tegas menjaga hati  dan jati diri
Yang akan kubawa sampai mati 


~oOo~ 
 
Surabaya 130113