Friday, November 21, 2014

Diam Tak Terucap






Aku terdiam
Mata enggan terpejam
Dada meredam dendam
Dari cerita kelam
Yang merajam

Mata memerah
Isyaratkan amarah
Dari sumpah serapah
Dan taburan fitnah
Mengalir dalam darah

...................................

Jika kata-kata yang kau pinta
Aku sudah tak lagi mampu bicara
Bahkan berbisikpun tak bisa

Jika kata maaf yang kau harap
Akan selalu ada walau tak terungkap
Dari baris kalimat yang terucap

Jika sapa yang kau ingin
Maka jiwa ragaku sudah dingin
Hampa rasa terbawa angin

Ahh.....!!!

Tak usah dikenang
Biarkan semua melayang
Tak lama pasti kan menghilang

Tak usah dipikir
Biarkan semua mengalir
Tak lama pasti kan berakhir 



-------------------------------------------
Surabaya, 20141119




Artikel Media Macarita Sejenis

Categories:

10 comments:

"Setelah dibaca silakan berikan komentar sesuai isi posting. Karena isi posting sopan maka diharap komentarnya juga sopan dan tidak menulis komentar spam yang tidak ada hubungannya dengan posting. Maaf jika komentar OOT terpaksa kami hapus."

  1. sepertinya... memuntahkan perasaan masa lalu nan terpendam.... Ntah lah....

    Lama tak mmbca puisi mas inSan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah di koment sama ahlinya puisi....
      puisi gak jelas ya mbak Nova...

      Delete
    2. ah jangan bilang ahli mas....,terlaaaaaluuuu...berlebiham dueh....

      Delete
    3. ya wis kalau gitu pakarnya puisi deh....

      Delete
  2. Tak usah dikenang
    Biarkan semua melayang
    Tak lama pasti kan menghilang

    usahlah menyerah
    berbaik sangkalah
    dan berpasrah
    ujian ini benar tercipta untuk umatNYA yang tabah

    semangat ^_^
    apa kabar Bung? hehee.. lama tak bersua ye

    ReplyDelete
    Replies
    1. keep spirit.. ya Annur..
      Man Jadda wa Jada..

      Alhamdulillah kabar baik....
      Bagaimana dengan dirimu?

      Delete
  3. Replies
    1. Tidak ada gerangan apa-apa kok mbak Lidya

      Delete