Showing posts with label Muamalah. Show all posts
Showing posts with label Muamalah. Show all posts

Wednesday, October 8, 2014

Islam dan Politik

Bismillahirrahmanirrahim

Akhir-akhir ini dimedia makin ramai pemberitaan tentang hingar-bingarnya dunia politik di negeri ini sehingga memunculkan berbagai persepsi dari masyarakat muslim. Bahkan banyak dikalangan ulama melarang umatnya agar tidak ikut terjun didunia politik praktis. Ada pendapat bahwa politik itu kotor, kejam, sadis dan penuh intrik sedangkan agama adalah suci dan sakral sehingga tidak usah dikotori hati ini dengan memikirkan politik. Dari pemahaman itu pada akhirnya memunculkan sikap sinis dan apatis terhadap dunia politik.

Sering kita mendengar kata-kata “jangan dicampur adukkan antara Islam dengan politik, karena Islam itu suci dan sakral sedang politik itu kotor dan menjijikkan” sekilas kata-kata itu benar tapi sebenarnya bathil hanya menunjukkan suatu kebodohan dari orang-orang yang tidak mengerti makna Islam yang sesungguhnya. Mereka memandang Islam dari sudut pandang yang sangat sempit.

Padahal sesungguhnya Islam adalah system integral yang tidak mengenal pemisahan antara aspek satu dengan aspek yang lain, Islam yang dibawa oleh Al Qur'an dan As-sunnah serta ulama-ulama salaf adalah Islam yang mencakup segala aspek kehidupan yaitu aspek spiritual, moral, pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, hukum, politik, jihad dan lain-lain, karena disegala sektor Islam mempunyai target dan tujuan tertentu.

Islam juga system yang universal meliputi seluruh realitas hidup mencakup negara dan tanah air, pemerintahan dan rakyat, harta benda dan materi, kerja usaha dan kekayaan, militer dan pemikiran juga jihad dan seruan dakwah. Islam juga merupakan akidah dan ibadah yang benar dan lurus, jadi sangat ironis sekali justru dikalangan umat islam sendiri mencoba memisahkan antara agama dengan kehidupan duniawi seperti halnya agama nasrani memisahkan antara dewan gereja dengan pemerintahan ataupun kelompok sekuler yang memisahkan antara agama dengan kehidupan duniawi.
 

Menyikapi hal tersebut diatas timbul pertanyaan dalam diri. Benarkah Muslim tabu terjun di dunia politik? Jika benar berarti kita sebagai muslim harus rela diatur dan dikendalikan oleh umat non muslim?


Sebelum membahas terlalu jauh ada baiknya kita ketahui apa makna politik itu sendiri. Adapun definisi politik dari sudut pandang Islam adalah pengaturan urusan-urusan (kepentingan) umat baik dalam negeri maupun luar negeri berdasarkan hukum-hukum Islam. Pelakunya bisa negara (khalifah) maupun kelompok atau individu rakyat

Dari sedikit definisi diatas jelas bahwa politik bukanlah hal yang tabu, karena politik itu sendiri adalah salah satu cara yang dipakai untuk menciptakan kebaikan dalam lingkungan bermasyarakat. Memang banyak fenomena yang terjadi bahwa politik sebagai sarana mencari kekuasaan dan kemewahan, tetapi sebagai muslim yang baik tidak boleh berpikiran dangkal yang hanya berdasarkan fenomena dipermukaan saja melainkan harus berpikir secara mendalam sampai keakarnya dan selalu bersikap kritis.

Politik dibagi menjadi dua bagian:

  1. Politik Negatif : Menjalankan politik yang didasarkan untuk mencari kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu.
  1. Politik Positif : Menjalankan politik sebagai amanah untuk kemaslahatan umat bersama yang didasari semata karena Ridha Illahi.

Dari dua jenis politik tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwasanya bukan politiknya yang buruk melainkan jiwa pelaku politik itu sendiri yang perlu difitrahkan.

Rasulullah adalah seorang politikus ulung, sekaligus sebagai da’i, guru, hakim juga sebagai kepala negara yang mampu mengendalikan umat dengan baik dengan cara yang baik pula yang disertai dengan kebeningan hati. Begitu juga empat khalifah sesudahnya juga seorang politikus yang menjalankan system pemerintahan mewarisi kebaikan akhlak Rasulullah.

Akan tetapi di jaman sekarang akibat makin meningkatnya nilai-nilai keburukan seperti korupsi, kolusi dan nepotisme juga karena terjadinya degradasi moral para penguasa dan pelaku politik akhirnya banyak umat muslim yang membenci politik dan hal-hal yang berhubungan dengan politik akibat kesalahan persepsi yang harus diluruskan.

Justru situasi inilah yang dimanfaatkan oleh musuh islam untuk menjauhkan masyarakat muslim dari panggung politik dengan harapan dapat memangkas kekuatan Islam dari kekuasaan sebuah Negara, dengan demikian maka masyarakat muslim akan lebih mudah dikendalikan.

Kita tentu masih ingat dengan semboyan kelompok Islam Liberalisme dengan motto “ISLAM YES, POLITIK NO” secara sepintas terkesan baik dan mengajak umat muslim untuk lebih religius dan memfokuskan diri dalam ritual ibadah. Tetapi jika kita sadar bahwa sebenarnya umat islam secara tidak langsung telah digiring untuk semakin menjauh dari dunia politik pada akhirnya menjauh pula dari daulah Islamiyah yang kita dambakan dan yang lebih parah lagi umat muslim akan dikendalikan oleh non muslim.

Padahal sesungguhnya Islam tidak menyukai jika seorang muslim hanya tinggal didalam rumah sementara iblis berkeliaran bebas dimana-mana dan membuat kerusakan di muka bumi ini. Seorang muslim tidak boleh mencukupkan diri dengan hanya berdzikir, bertasbih dan bertahlil dimasjid-masjid saja tetapi Islam juga mewajibkan umat muslim berperan serta menghancurkan kejahatan dan kemungkaran dengan cara amar ma'ruf nahi munkar dan berjihad dijalan Allah sebagaimana umat muslim diwajibkan untuk shalat, puasa dan zakat. Karena jihad adalah tanda keimanan seseorang.

Berkenaan dengan politik ada pendapat dua ulama besar yang mewakili dua golongan.

Ibnu Taymiyah
Politik adalah tindakan yang mendekatkan manusia pada kebaikan dan menjauhkan diri dari kerusakan selama tidak bertentangan dengan syariah.

Imam Al Ghazali
Dunia adalah ladang akhirat, dunia tidak sempurna kecuali dengan politik. Penguasa dan agama adalah kembaran yang harus bersinergi, agama ibarat tiang sedang penguasa adalah penjaganya. Sesuatu yang tidak mempunyai tiang pasti akan roboh dan sesuatu yang tidak dijaga pasti akan hilang. Seorang pemimpin dan kekhalifahan diartikan sebagai wakil Rasulullah dalam menjaga agama dan menata kehidupan dunia.

Dari dua pendapat dua ulama diatas rasanya tidak ada alasan bagi umat muslim untuk men-tabukan politik karena sesungguhnya politik juga salah satu bagian dari kehidupan beragama. Yang terpenting adalah komitment kita dalam menentukan dan menjalankan kehidupan dengan baik berdasarkan rambu-rambu syariah Islam. Yang terjun dipolitik maka jadilah politisi yang berakhlak baik dengan mengedepankan kemaslahatan bersama bagi yang tidak ingin terjun sebagai politikus maka jadilah umat yang baik dan selalu mengingatkan mereka dengan cara yang baik dan benar.

Bagi saudaraku yang terjun dikancah politik, jadilah politikus amanah yang mentauladani Rasulullah, jauh dari khianat dan jauh dari kedzaliman, semoga Allah Ta'alla membimbing antum kejalan yang lurus yaitu shiratal mustaqim.  Aamiin.

Nah bagaimana dengan pendapat anda..?  silakan share di kolom komentar dibawah.


 

Sunday, September 7, 2014

Dia adalah Mbah Inggu


Bismillahirahmanirrahiim
Dengan langkah tertatih-tatih dia berjalan memasuki komplek tempat tinggalku, hanya tongkat kayu yang hampir tidak berbentuk itulah yang selalu menemani kemana kakinya melangkah, seorang lelaki tua hidup sebatang kara. Entahlah siapa nama aslinya tidak ada yang tahu, tapi anak-anak memanggilnya dengan sebutan mbah Inggu, nama itu melekat padanya, karena sengaja atau tidak, dia datang ke lingkungan rumahku selalu hari Minggu (Inggu diambil dari kata Minggu)

pict taken here
Apa yang istimewa dari mbah Inggu sampai membuatku menulis untuknya, dia adalah seorang yang sangat sayang dan sangat akrab dengan anak-anak dilsekitar rumah termasuk si Devon. Mbah Inggu sering membuatkan dan mengajari cara membuat mainan tradisional sederhana yang sudah jarang ada di jaman anak-anak sekarang. 

Aku masih ingat ketika dia dengan sabar mengajari beberapa anak yang mengerubutinya untuk membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk, dari kulit kelapa, membuat perahu kertas, pesawat dari kertas, dan mainan-mainan lain. Mainan yang sudah jarang ditemui anak-anak sekarang. Mbah Inggu memang akrab dengan dunia anak-anak, konon ceritanya dulu cucu semata wayangnya meninggal akibat terkena demam berdarah, mungkin dengan cara dekat dengan anak-anaklah yang bisa menjadi pelampiasan kasih sayangnya dan cintanya kepada cucunya. 

Bukan itu saja, mbah Inggu juga sosok yang ramah dan selalu menebarkan senyum, ringan-tangan untuk membantu membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh didepan rumah, bahkan kadang membersihkan selokan-selokan meskipun tanpa disuruh, dan yang membuat dia benar-benar istimewa adalah mbah Inggu adalah sosok yang taat dalam ibadah.

Walaupun dengan kondisi sholat yang sudah tidak normal seperti jama'ah umumnya, tapi dia tidak pernah meninggalkan kewajiban sholat lima waktu dan serentetan doa selalu dipanjatkan kepada Allah Subhanallahu wa Ta'ala, manakala ada seseorang memberikan sesuatu padanya. Saya yakin doa-doanya ikhlas dia panjatkan, bisa dilihat dari mimik wajahnya dan sorot wajahnya.

Itulah mbah Inggu, sosok yang bersahaja dan apa adanya, berusaha menghabiskan sisa-sisa hari tuanya untuk sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, walau hanya sekedar membantu membersihkan kotoran-kotoran dan rumput-rumput liar. Tapi bagiku sesuatu yang sangat luar biasa jika dilihat dari kemampuan di usianya dan keikhlasannya.

Tapi sudah tiga minggu ini mbah Inggu tidak nampak kedatangannya, entah dimana dan ada apa dengan mbah Inggu, tidak seorangpun diantara kami yang tahu tempat tinggalnya. Mbah Inggu seperti malaikat yang dikirim dari langit, kami merindukan kehadirannya. Seluruh warga sudah menganggapnya seperti keluarga karena setiap ada acara di kampung, setiap ada kerja bakti dia selalu ada untuk kami. Semoga Allah Ta'ala selalu menjaga dan melindungi mbah Inggu, jika dia sakit semoga segera di beri kesembuhan.

Akhirnya kami menyadari, Persahabatan itu tidak bisa dibeli, persahabatan tidak mengenal sekat-sekat perbedaan, persahabatan itu tulus keluar dari hati yang suci. Hari ini kami merindukan mbah Inggu, kami mengenang mbah Inggu, bukan dari kekayaan dan status sosialnya, tetapi karena kebaikan dan ketulusan serta keikhlasannya hatinya. Semoga Allah merahmati orang-orang seperti mbah Inggu.  Aamiin


"Hari ini aku belajar dari mbah Inggu tentang makna ketulusan dan keikhlasan
seseorang dikenang bukan hanya karena kekayaan dan kepandaiannya
tapi hari ini aku mengenang mbah Inggu karena ketulusan dan keikhlasannya"


Wednesday, August 7, 2013

Seiring Gema Takbir

"Allaahu Akbar.. Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allaahu akbar walillaahil hamd"


Ketika suara takbir menggema keseluruh jagad raya, mengisyaratkan datangnya hari kemenangan dan kefitrahan jiwa setelah sebulan berjuang melawan hawa nafsu. Bulan dan bintangpun tak henti-hentinya bertakbir dan bertasbih memuliakan Allah sang pemilik alam semesta ini. Suaranya indah nan syahdu melebihi indahnya rangkaian melody dalam orkestra yang pernah kudengar.

senjapun berganti malam l sumber gambar

Ramadhan segera pergi meninggalkan kita bersama berjuta kenangan manis. Rasanya seperti baru kemarin Ramadhan hadir memberi kesempatan untuk berpesta amal dan pahala. Rasanya baru kemarin Allah Ta'ala menggelar pesta yang Maha megah dengan mengundang hambanya untuk menghadirinya. Banyak menu hidangan yang ditawarkan berupa taufik, rahmat dan hidayah serta limpahan pahala dan berjuta kenikmatan tersaji dipesta Ramadhan.

Allah Ta'alla Membagikan voucer pahala yang nilainya tujuh puluh kali lipat dari bulan-bulan biasanya. Tidurnya bernilai ibadah, diamnya bernilai dzikir, bau mulut orang yang berpuasa harumnya melebihi minyak kasturi. Dan luar biasanya bagi yang mampu meraih Lailatul Qodr bernilai kebaikan selama seribu bulan. Semoga Kita semua masih diberi kesempatan untuk menghadiri pesta-Nya di tahun yang akan datang. Aamiin.

Musim selalu berganti, senjapun berganti malam dan heningnya malam bisa sirna teriring terbitnya matahari pagi. Tetapi dosa dan kesalahan tidak akan sirna sebelum ada kata maaf yang terucap. Untuk itu di hari nan fitri ini ingin kusampaikan sebaris kalimat sebagai ungkapan rasa hati. 


Atas nama pribadi dan atas nama admin


Mengucapkan:

"Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1434 H.
Mohon dimaafkan segala salah dan khilaf, baik yang terlahir maupun bathin"


"Taqabbalallahu minna waminkum"



Tuesday, December 4, 2012

Semalam bersama Seroja

Ketika menyebut nama seroja? mungkin bayangan kita tertuju pada sebuah tumbuhan yang hidup di air dengan bunga indah berwarna putih, pink ataupun kuning. Tapi bukan itu yang saya maksudkan disini, Seroja adalah nama sebuah warung sederhana yang menjual bakso aneka es, kopi dan minuman ringan lain serta ada juga mie rebus. Lantas apa istimewanya Warung seroja itu?

Seroja adalah nama sebuah warung yang diambil dari kata Sehat Rohani dan Jasmani jadi Warung Seroja selain menghidangkan makanan yang halal untuk kebutuhan jasmani juga sebagai sarana bertemunya pada ustadz dan orang-orang yang ingin belajar tentang agama alias untuk konsumsi rohani. Ruangan tidak luas tapi dikemas cukup rapi sehingga bisa memuat lebih banyak orang.

Warung Seroja
Warung seroja yang bertempat di Perum Makarya Binangun ini di pandegani oleh Bang Sofyan seorang laki-laki bertubuh ramping dengan rambut panjang terikat dan kumis serta jenggot yang dibiarkan memanjang, sekilas tampak seperti seorang sufi. Juga ada Ustad Yongky Alit admin dari komunitas Alit (Amalan dan Ilmu Tauhid) 

Bang Sofyan dan Ust Yongki
Malam itu tanpa rencana sebelumnya aku meluncur ke warung seroja bersama Ustad Ibnu, nah disana tampak sudah ramai karena di warung seroja memang tidak pernah sepi, pengunjungnya beragam dari remaja hingga bapak-bapak. Satu hal yang menyenangkan kehadirannya tidak lepas dari salam. 

Ust Ibnu
Bersama saudara semuslim kami berkumpul berdiskusi dan saling mengemukakan pendapat. Disinilah kita saling mengisi saling asah asih dan asuh. Tidak ada yang boleh menonjolkan diri atau seperti istilah berdiri sama tinggi duduk sama rendah, walau kita tidak ada yang boleh menonjolkan diri bukan berarti pendapat yang dikemukakan bisa sak karepe dewe tapi harus berdasarkan data dan fakta serta bisa dipertanggung jawabkan.

Warung Seroja
Tidak ada yang boleh melakukan perdebatan, karena sesungguhnya sesama muslim diharamkan adanya jidal atau debat kusir yang tidak jelas juntrungannya. Karena setiap kata yang kita sampaikan ada pertanggung-jawabannya di alam mashar nanti. Sungguh suatu kebahagiaan bila bisa bertemu dengan saudara seiman yang mempunyai visi dan misi yang sama yaitu berusaha mewujudkan Islam yang Rahmatan lil alamiin.

Perbedaan hal biasa tapi dari perbedaan inilah kami mencari solusi dan benang merahnya karena Islam punya dimensi yang luas, Islam punya dimensi lahiriah dan bathiniah. Dalam setiap pertemuan selalu diutamakan untuk saling menghargai pendapat orang lain, karena bisa jadi yang kita anggap benar itu salah dan yang kita anggap salah adalah benar. 

Berangkat dari kesamaan visi inilah kami bisa merasakan bahwa sangat benar jika Rasulullah menggambarkan bahwa sesama muslim itu ibarat satu tubuh, apabila satu merasa sakit maka yang lainpun ikut merasakan pula. Karena kekuatan Islam adalah dari sikap kasih sayang yang disifati oleh sifat Allah yaitu Ar-rahman Ar-rahim.

Jadi kenapa kita tidak mau bersatu untuk menegakkan Islam ?