Sunday, November 24, 2019

Anniversary 40th Alumni SMAN 7 Angkatan 79

Setelah Minggu lalu sukses menggelar acara jalan sehat, Anniversary 40th Alumni SMAN 7 Angkatan 79 dilanjutkan dengan Bakti Sosial. Acara dimulai pukul 06.00 WIB di Aula SMAN 7 Jl Ngaglik 27-29 Surabaya. Yang mendaftar lebih dari 200 pasien, terdiri dari para Guru dan siswa-siswi SMAN 7 juga warga sekitar. Selain dilakukan check up kesehatan meliputi Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan pemeriksaan lain.

Check Up dan obat-obatan diberikan secara gratis ditambah lagi dengan souvenir dari Alumni SMAN 7 Angkatan 79. Acara sangat meriah bisa dilihat dari besarnya antusis dari peserta yang hadir pagi itu


Dokter Sayekti selaku koordinator acara bakti sosial merasa bersyukur atas lancarnya acara tersebut, dari raut wajahnya tampak kebahagiaan melihat animo warga yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan pola hidup sehat. Dokter Sayekti cukup tenang dan sabar melayani pertanyaan dan keluhan para pasien. Beliau tidak sendiri tapi didampingi beberapa dokter muda yang tidak kalah sigapnya.

dr Sayekti - Koordinator Bakti Sosial
Ketika ditanya team humas harapan kedepan dari acara tersebut, dokter yang masih tetap tampak cantik dan modis ini merasa bahagia bisa berbagi ilmu kesehatan kepada sesama serta berharap acara seperti ini bisa lebih sering diadakan lagi secara berkesinambungan, karena kesehatan adalah ruh dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara, seberapapun besarnya suatu negara apabila kesehatan diabaikan maka kehancuran ada didepan mata.

Bakti Sosial diakhiri sekitar pukul 16.00 WIB. Sebenarnya masih banyak yang belum terakomodasi tapi mengingat keterbatasan waktu,  mungkin kedepan bisa diadakan acara serupa dengan waktu lebih lama dan persiapan yang lebih baik

Yang tampak Hadir di acara Bakti Sosial adalah Ketua Umum Paguyuban 79 yaitu Rosida SH, beliau juga seorang Notaris dan PPAT yang berkantor di Jl. Lesti No 6 Surabaya. Yang didampingi oleh Darwin selaku Ketua Panitia Anniversary 40Th dan Yan Gaffar selaku Koordinator Acara serta para guru SMAN 7 Surabaya.

Effie, Rosida, Shinta dan Ullie
Dalam keterangan yang dihimpun team humas, Ketua Umum Rosida mengucapkan terima kasih kepada para Alumni SMAN 7 Angkatan 79 atas peran serta berdonasi berupa uang, waktu, tenaga dan pikiran hingga acara berjalan sukses, khususnya kepada para panitia dan dr Sayekti yang punya andil besar mengisi acara baksos ini, juga kepada pihak SMAN 7 yang sudah memfasilitasi tempat untuk berbagai acara.

Darwin selaku ketua panitia bersama Alumni ikut terjun langsung membantu acara baksos
Dikesempatan lain Darwin dan Yan Gaffar selaku Ketua Panitia dan Koordinator Acara kembali mengingatkan kepada para Alumni untuk bisa hadir diacara puncak pada tanggal 7 Desember 2019 di Garden Palace Surabaya.

Sampai Jumpa Tanggal 7 Desember 2019



Wednesday, November 13, 2019

Makan menu khas Kediri tidak harus di Kediri


Kabar gembira bagi anda pemburu kuliner khususnya masakan ala Kediri. Anda tidak perlu jauh-jauh ke Kediri cukup datang di Jalan Tapak Siring 30A tepatnya di Warkop Rindoe Kopie.

Anda bisa menikmati berbagai macam masakan seperti Nasi Goreng Khas Kediri, Nasi Krengsengan dll. Dijamin murah tanpa kuatir menguras dompet. Harga dipatok mulai Rp. 15rb/porsi, relative murah dibanding cita rasa yang disajikan. Selain cita rasanya mak nyuss juga ditunjang dengan stand yang sangat bersih



NASI GORENG KHAS KEDIRI.
Cita rasanya berbeda dengan nasi Goreng pada umumnya, cara masakpun berbeda. Biasanya nasi dimasukkan kewajan baru dikasih minyak dan bumbu tapi ini bumbu dituang kewajan dimasukkan satu butir telur dan sayatan daging ayam, sayur, kubis dan tomat kemudian dioseng-oseng  sampai setengah matang baru dimasukin nasi, kemudian ditambah mie gepeng, kecap, saus dan raja rasa, setelah matang dihidangkan dipiring ditaburi daun bawang prey yang sudah dicincang, Wauuuuw rasanya maknyuuss terasa dilidah, silakan anda mencoba sendiri.
Cita rasanyanda mencoba sendiri.


NASI GORENG KEDIRI SPECIAL
Menu ini tidak jauh beda dengan nasi goreng khas Kediri, yang membuat special adalah ada tambahan telor ceploknya yang ditaburi garam dan bumbu, tentu rasanya makin lebih special.

SOP + NASI
Sekilas seperti cap jay, bedanya kuah tidak kental seperti pada umumnya, Sop + Nasi akan terasa nikmat bila ditambah rajangan cabe, sensasi rasa pedasnya membuat nikmatnya makin nendang, Silakan buktikan sendiri.


Masih banyak lagi varian menu masakan yang bisa anda nikmati seperti  KRENGSENGAN AYAM, NASI KRENGSENGAN, MIE GORENG NYEMEK dll.

Silakan datang dan nikmati sendiri sensasi rasanya. Nasi Goreng Kota buka mulai jam 12.00 - 22.00 WIB, Kadang belum sampai jam 22.00 sudah tutup karena sudah habis

Segera order jangan sampai kehabisan.
Selamat berburu kuliner


Rindoe Kopie di Tapak Siring

Mungkin Sahabat blogger banyak yang punya hobby kongkow-kongkow sambil ngopi bersama teman-teman. Nah tempat yang rekomended ada di Warkop Rindoe Kopie (RK) berlokasi tengah kota tepatnya di jalan Tapak Siring, kenapa harus RK selain lokasinya strategis RK buka 24 jam, bagi teman-teman yang sering susah tidur malam atau pas lagi pulang dari jalan-jalan bisa mampir di Warkop RK.


Pelayanannya cukup cepat dan bagus, tempatnya luas yang memungkin kita bisa bertemu dan ngobrol sama teman-teman sambil minum kopi atau minuman ringan lainnya tanpa harus kuatir dompet bobol.






RK sangat mengedepankan kebersihan dan kenyamanan pelanggan, ditunjang dengan tersedianya wi-fi yang cepat dan alunan musik beragam, maka tidak heran jika pengunjungnya tidak pernah sepi.

Pelanggannya dari berbagai golongan mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pegawai ataupun profesional, bahkan anak-anak dan para ibu-ibu juga bisa dengan nyaman berlama-lama duduk di RK sambil menikmati berbagai sajian makanan dan minuman. 

Selain kopi, minuman dan makanan ringan, ada juga sajian menu lain yang menjadi sajian favorite pelanggan yaitu nasi goreng, bakmi goreng jawa khas Kediri. Rasanya maknyus, harga relatif murah hanya dipatok 15 ribuan, sangat murah dibanding cita rasa yang disajikan. Aroma masakannya sangat mengundang selera makan, standnya sangat bersih dan rapi dijamin 100% halal. Penasaran? silakan datang di Warkop RK di jalan Tapak Siring 30A Surabaya.


Saturday, March 5, 2016

Makassar Akan Lumpuh

Makassar memang kota yang indah, dinamis dan menggairahkan laksana surga bagi pemburu kuliner saya benar-benar dibuat jatuh cinta olehnya. Setelah dua kali memposting tentang kuliner yakni solusi makanan halal dan sehat disini dan disini, posting kali ini masih berkisar tentang Makassar tapi bukan tentang kuliner bukan juga tentang kehebohan pro dan kontra reklamasi dari Project "Sunset Quay-Central Food District" yakni penimbunan laut untuk pembangunan hunian mewah, Apartement, Business Center dan area komersial lainnya di sekitaran pantai Losari. Tapi kali ini saya ingin membahas tentang sisi lain yang tidak kalah hebohnya di Makassar yaitu tentang kemacetan.

Kemacetan memang masih menjadi problem klasik di kota-kota besar, berbagai cara dan kebijakan telah dilakukan untuk mengurangi tingkat kepadatan dan kemacetan lalu lintas tapi sejauh ini belum juga mendapatkan hasil yang signifikan. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung adalah kota yang rawan kemacetan, termasuk Makassar pun tidak kalah kemacetannya. Sebagai pendatang baru yang masih dua bulan tinggal di Makassar sungguh dibuat tercengang dengan kemacetan di Makassar, benar-benar diluar dugaan. Bayangan awal Makassar adalah kota yang tenang eksotis jauh dari kemacetan, ternyata dugaan saya salah besar, bahkan kalau boleh dibilang tingkat kemacetan di Makassar sudah mencapai pada titik parah dan memprihatinkan. 

Mengapa dan apa penyebab kemacetan di Makassar?

Sejak sebulan lalu saya aktif ngantor yang berlokasi di pusat kota sedangkan rumah di sekitar Daya yang jarak tempuhnya sekitar lima belas kilo meter. Setiap hari saya memperhatikan kebiasaan pemakai jalan di rute yang saya lewati. Rute tiap pagi yaitu melintas Jalan Perintis kemerdekaan, Urip Sumoharjo, G. Bawakaraeng dst sampai Jalan Sulawesi. Kemudian rute sore hari atau pulang kantor yakni Jalan Riburane, A. Yani, G. Bulusaraung, Masjid Raya, Urip Sumoharjo dan Perintis kemerdekaan, rute tersebut merupakan jalur padat dan macetnya tidak mengenal waktu. Belum lagi kalau kita melintas di Jalan AP Pettarani terdapat tiga titik krusial kemacetan yaitu persimpangan Jalan Boulevard, Hertasning dan Abdullah Daeng Sirua.

Kemacetan di Makassar
Jika kita meruntut penyebab kemacetan memang sangat komplek banyak hal yang jadi pemicunya, kemacetan memang sulit untuk dihilangkan hanya bisa dikurangi frekwensinya. Terjadinya lalu lintas karena adanya tiga komponen yaitu Manusia, Kendaraan dan jalan (infrastruktur) ketiganya saling berinteraksi bagai mata rantai yang tidak terpisahkan, Manusia bersifat aktif sedangkan kendaraan dan jalan sifatnya pasif. Manusia yang mempunyai peran sentral dalam mengemudikan kendaraan melintas dijalanan. Kemacetan diakibatkan dari banyak hal selain dari faktor kesadaran manusia berlalu lintas juga dari faktor pertumbuhan jumlah kendaraan juga tersediaan infrastruktur yang kurang memadai. Tetapi perilaku dan kesadaran manusia dalam berlalu lintas tetap menjadi faktor utama dari timbulnya kemacetan

Tidak dipungkiri dengan berbagai kemudahan yang diberikan dealer kepada konsumen dengan fasilitas cicilan ringan membuat laju pertumbuhan kendaraan bermotor ataupun mobil prosentasenya naik pesat. Menurut data Dinas Perhubungan pertumbuhan kendaraan di Provinsi Sulawesi Selatan rata-rata meningkat 18 persen per tahun. Sementara di Kota Metropolitan Makassar jumlah kendaraan roda dua meningkat 13-14 persen per tahun dan roda empat meningkat 8-10 persen per tahun. Sementara pertumbuhan jalan hanya 0,001 persen per tahun. Jumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat mencapai 2,4 juta (1,1 juta roda 2 dan 1,3 juta mobil) lebih tinggi dari jumlah penduduknya sebanyak 1,7 juta jiwa. Tidak seimbangnya pertumbuhan kendaraan dengan peningkatan infrastruktur berupa ruas jalan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kemacetan terutama di beberapa titik di Kota Makassar.

Kemacetan diperparah oleh penataan angkutan kota kurang bagus dan cenderung semrawut. Angkutan kota atau pete-pete jumlahnya mencapai 5.140 unit terlalu banyak jika dibanding penumpang yang rata-rata antara 500 - 550 ribu orang. Belum lagi ditambah perilaku sopir pete-pete yang terkadang semau gue, menaikkan dan menurunkan penumpang disembarangan tempat berpindah jalur seenaknya tanpa memberi lampu sign, zig-zag dijalanan tanpa memperdulikan pemakai jalan lainnya. disinilah dari tidak seimbangnya jumlah penumpang dengan jumlah pete-pete berdampak pada persaingan yang ketat, sopir berburu penumpang dengan berlaku ugal-ugalan karena alasan kejar setoran. Mungkin solusinya dari Dinas Perhubungan lebih ketat membatasi jumlah pete-pete, jika dibiarkan tanpa ada solusi tidak menutup kemungkinan dua tahun kedepan lalu lintas di Makassar akan lumpuh.

Jika kita melintas di jalan Urip Sumoharjo sampai Perintis Kemerdekaan disitu akan kita dapati banyak jalan untuk putar balik, dengan banyaknya jalur putar balik otomatis akan menambah panjang kemacetan. Apakah tidak sebaiknya Pemeritah kota, Dinas Tata Kota atau instansi terkait mengambil kebijakan untuk mengurangi jalur putar balik sesuai kebutuhan saja demi memperlancar arus lalu lintas. Karena arus putar balik itu pun sering disalah gunakan oleh pengendara motor untuk menyeberang dan memotong jalur dengan seenaknya sendiri, ini sungguh berbahaya dan sangat merugikan keselamatan bersama apalagi bila sampai terjadi tabrakan. Sering saya melihat nyaris terjadi tabrakan diarus putar balik gara-gara kendaraan menyeberang dengan memotong jalur. Sungguh sangat berbahaya bagi pelintas jalan protokol tersebut apabila tidak hati-hati.

Nah satu lagi yang jadi penyebab kemacetan panjang, jika kita di Jalan Perintis Kemerdekaan Tamalanrea menuju Jalan Urip Sumoharjo kita akan melintasi jembatan di daerah Tello di jembatan itu ada penyempitan jalan akibat perbaikan yang sampai sekarang belum ada kepastian kapan akan selesai, konon kabarnya pembangunan dihentikan akibat kontraktor pemenang tender tidak mampu menyelesaikan proyek pelebaran jembatan sampai batas waktu yang ditentukan. Dengan terbengkalainya proyek tersebut dan penyempitan jalan berdampak pada kemacetan panjang sampai tiga kilo bahkan bisa lebih. Pernah saya harus menempuh perjalanan dari rumah ke kantor memakan waktu satu jam lebih padahal jika lalu lintas normal antara 15 - 25 menit saja. Luar biasa bukan. 

Melalui Tulisan ini saya mengajak pembaca khususnya masyarakat warga Makassar untuk selalu taat dengan aturan lalu lintas serta mempunyai kepedulian akan pentingnya berlalu lintas dengan baik, berperilaku santun dijalan, menjaga keamanan dan kenyamanan berkendara tanpa merugikan hak pengendara lain. Sebagus apapun aturan dibuat tanpa adanya kesadaran untuk mentaati akan sia-sia. Tapi yang terpenting adalah kita tanamkan dalam diri ini rasa memiliki kota Makassar, dengan merasa memiliki maka otomatis kita akan menjaga dan merawat kota ini sebaik-baiknya. Sungguh sayang Makassar yang tingkat pertumbuhan ekonominya tertinggi di Indonesia akan lumpuh gara-gara perilaku kita yang kurang baik di jalanan.

Bisa dibayangkan dampak kerugian akibat kemacetan tersebut, berapa ribu liter BBM yang terbuang sia-sia, berapa banyak waktu yang tersita, berapa besar energi kita yang terbuang akibat stress dan kelelahan dijalan dan yang tidak kalah pentingnya adalah penurunan kualitas udara akibat meningkatnya kadar zat-zat pencemar utama yang berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor yang akan berdampak timbulnya banyak penyakit dan mempunyai pengaruh besar pada terjadinya pemanasan global serta banyak dampak lain yang terjadi.

Yuk kita jaga kota Makassar menjadi kota yang Indah dan tertip.