Wednesday, October 30, 2013

Tentang Hujan

pict from here

Awan hitam berarak datang
Menutup wajah sang langit biru
Rintik hujan mungkin segera luruh
Membasuh hati biru nan berdebu

Sepotong cermin wajah terpaut
Ku pindahkan wajahmu di langit kalut
Walau luruh sudah air ke pekarangan hati
Namun wajah itu menghiasi hari
Terpatri janji
Hingga usai usiaku
Ku tinggalkan wajahmu bersama biru
Pada hujan yang selalu kita rindu

Hujan itu telah mengabariku kepergian
Diantara rinai yang bersulam janji namun tak terpatri
Kau hibahkan kalimat secepat desiran gemuruh yang sesaat
Lalu menerpa disinggasana.
Kini hujan itu berlalu seiring memuainya hati
Yang bersenandung sesal akan ketiadaan waktu
Tuk mampu menghiburmu

Seperti Hujan yang datang pegi...
Begitu pula diriku,,
Waktu kan meramu kenangan bersama mu ..
Dan mengirimkan diriku tuk kembali kepelukanmu.

Masih tentang hujan,,..
Crystalnya menjelma abjad tentang rasa yang menggigil..
Bukan, bukan cuma ataupun hanya!
Ada kotak hitam yang menunggu putih walau hanya titik!
...............................................
.......................................
Peri itu masih menunggu...
Tak peduli akan guntur yang kian ngelantur.




Special thanks :
Kang Aik Sardi (bait kedua), Mbak Yulia Yuli (bait ketiga), Mbak Nova Novili (bait keempat), Teh Bonit Notz (Bait kelima) 



KTR -

Artikel Media Macarita Sejenis

Categories:

31 comments:

"Setelah dibaca silakan berikan komentar sesuai isi posting. Karena isi posting sopan maka diharap komentarnya juga sopan dan tidak menulis komentar spam yang tidak ada hubungannya dengan posting. Maaf jika komentar OOT terpaksa kami hapus."

  1. Wuih iki ceritane puisi keroyokan yo sam?

    ReplyDelete
  2. kolaborasi dengan harmonisasi yang indahisasi asal jangan sampe terjadi kudeta hati #halah ngomong opo to

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas Vicky sudah berkunjung...

      Delete
    2. wkwkwk ga mau om namaku bukan itu

      Delete
    3. Oh..lengkapnya Tovicky Prasetyo ya... maaf kurang lengkap..
      wkwkwkwkwkwk

      Delete
  3. wah, bikinnya beruntun ya? idenya oke juga :D

    ReplyDelete
  4. Kolaborasinya pas, kata-katanya maniisss

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang nulis juga manis2 kok, semanis gula aren... qiqiqiqi

      Delete
  5. Waahhh beneran di post... Hhe.. syukran kang. Setidaknya ada jejak saya disini..
    salam buat hujan di sana yaa.. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya dong... tulisan sebagus itu kalau gak diposting sayang banget teh...

      Delete
  6. Replies
    1. saya yang mana ya....
      provokator biasanya yang pertama mbak

      Delete
  7. Wah....
    Kumpulan bait dari para sastrawan dunia maya. Kata syahrini : sesuatu banget ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cetar membahana badai ya kang... hihihihi

      Delete
    2. awas hanyut kena badai kang... :D

      Delete
  8. lagunya syahdu mas.. jadi asik bacanya.. :D

    ReplyDelete
  9. guntur yang ngelantur menyentak kesadaranku..
    membuat kuterpana..betapa kolobrasi bisa menghasilkan rangkaian kata tentang hujan yg sarat dgn keindahan bahasa...luarbiasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas Hari seharusnya ikut ambil bagian di kolaborasi ini...

      Delete
  10. Hujan ... terbayang begitu jelas *merinding*

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah-mudahan bukan merinding karena kedinginan ya phie

      Delete
  11. Haha...beneran diposting sma mas insan....*mas insan kreatif deh..*
    terhanyut ku membacanya...
    apalgi backround musik ..bikin..suasana jadi romantis... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan sayang banget karya yg indah dibiarkan tercecer

      Delete
  12. HUjan membawa banyak inspirasi dan keromantisan

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kadang juga membawa banjir loh mbak ... hihihihi

      Delete
  13. Huhuhuu...keren bangeeeettttt...ngeettt...ngett....
    ada tentang hujan langsung terpancing buat mendekat aku..:D
    btw kaya kenal backsoundnya nih...hahahaha :P
    Aku cm hapal diksinya teh nit aja di sana...khas bgt..tp semua keren...serius..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nik..., aku tau backsound ini bagiku sudah identik denganmu
      walau dirimu tidak ikut menulis tapi sang rainy girl tetap ada dan menjadi bagiannya

      ciiiieeeee....cukup kan apresiasiku untukmu...

      Delete
  14. Kalau para jago berpuisi kumpul, beginilah jadinya. Merinding disco ^_^

    ReplyDelete
  15. maaf saya engga pandai membaca puisi, tetapi saya kagum dengan keindahan hujan, ia dapat membuat banyak orang mengaguminya.. bahkan menjadi inspirasi menulis :)

    ReplyDelete