Monday, July 29, 2013

Menjadi Bintang

Aku berdiri dalam sunyi hanya gemericik suara hujan yang setia menemani sembari memainkan alunan melody seolah menghibur hatiku yang dilanda kecemasan teramat dalam. Antara harap dan cemas aku menunggu kehadirannya. Sementara waktu terus berlalu tidak memperdulikanku yang masih berdiri dalam gelisah. Penantian akan hadirnya seseorang tercinta belum juga datang bahkan tanda-tanda berapa lama lagi dia hadir juga belum ada kepastian.
menjadi bintang dilangit l sumber gambar
Ketika rasa gelisah makin membuncah tiba-tiba aku dikejutkan suara tangis jabang bayi yang membelah heningnya malam. Aku terhenyak, sebuah sapaan indah yang kutunggu telah datang. Ada rasa haru berbalut syukur meluncur dari bibirku. Seluruh tubuhku gemetar keringat dingin mengalir deras demi menyambut hadirnya. Kebahagiaan telah mengenyahkan rasa cemas dalam penantian panjang selama sembilan bulan sepuluh hari. Alhamdulillah berbareng dengan suara tangis bayi itu telah merubah statusku menjadi seorang Ayah. Sebongkah asa kupancangkan tinggi bersama bintang dilangit malam. Semoga kelak anakku menjadi manusia yang shalih.

Lantunan Adzan kuperdengarkan ditelinga yang masih memerah, aku hanya ingin kalimat pertama yang masuk ditelinganya adalah asma Allah dengan kebesarannya serta nama Rasulullah Muhammad yang kelak menjadi panutan dalam menjalani hidupnya. Sebuah riwayat mengatakan "Seorang Anak dilahirkan dalam keadaan suci, kedua orang tuanyalah yang menjadikan Nasrani, Yahudi dan Majusi".  Itulah sebuah amanah suci yang harus kujalani teriring doa yang kumohonkan kepada Illahi semoga diberi kekuatan menjadikan buah hati menjadi manusia robbani.

Aku masih ingat ketika pertama kali memberanikan diri menggendongnya, saat itu ada senyum manis yang diberikan untukku.  Yah..., senyum manis nan tulus kudapatkan dari bibir mungil suci tanpa dosa. Subhanallah sebuah momen indah yang sulit untuk kulupakan. Kehadiran bayi mungil ini bukan hanya makin mempererat tali kasih tapi juga kian mendewasakan diri untuk lebih bersikap bijak sebagai imam dalam keluarga.

Devon
Empat belas tahun yang lalu tepatnya tanggal 15 Agustus ada sebuah catatan sejarah yang kutulis dengan tinta emas pada diary kehidupanku. Kehadiran buah hati membuat segalanya menjadi indah, membuat kehidupan menjadi lebih berarti. Harapan baru mulai merekah bersama mekarnya semangat hidup untuk memperjuangkan kebahagiaan bersama. Tangismu adalah kebahagiaan, tawamu adalah keindahan yang mengoreskan warna pada kanvas hatiku dan mampu menciptakan lukisan baru penuh makna sebagai isyarat anugerah terindah.

Aku menatap kelangit, kulihat bintang bercahaya diantara gelapnya malam. Duhai anakku, ingin rasanya kelak engkau seperti bintang itu, yang tak pernah berhenti menebarkan cahayanya walau gelap malam siap menelanmu. Aku ingin engkau menjadi cahaya bagi manusia walau berjuta angkara dan gelapnya dunia menjadi penghadang langkahmu. Wahai anakku tetapkan langkahku dalam keridhaannya dan jadikan Allah sebagai sandaran utama dalam menapaki dunia.

Devondia Difa Indara nama yang kusematkan padanya, semoga kelak dirimu menjadi manusia shalih penyebar kebaikan dan peneguh iman, sebagai penyejuk jiwa dan peneduh hati, bisa menciptakan ketenangan dan kenyamanan bagi kehidupan sesama serta menjadi kunci pembuka pintu syurga bagi orang tua.  Aamiin.





Artikel Media Macarita Sejenis

Categories:

39 comments:

"Setelah dibaca silakan berikan komentar sesuai isi posting. Karena isi posting sopan maka diharap komentarnya juga sopan dan tidak menulis komentar spam yang tidak ada hubungannya dengan posting. Maaf jika komentar OOT terpaksa kami hapus."

  1. Suasana bahagia yang paling ditunggu dalam kehidupan keluarga adalah kehadiran buah hati yang sehat yang akan menjadi generasi penerus keluarga. Semoga sukses untuk acara GA nya ya Kang.

    Salam wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah selalu terpukau dengan komen sastrawan satu ini..
      setuju banget kang

      Delete
  2. amanah menjadi seorang ayah... semoga keluarga penuh dengan baraokah aamiin

    ReplyDelete
  3. Wah kl mas Insan Robbani udh ikutan GA ni tamat lah riwayat tulisanku hiks.....
    Keren mas tulisannya, Slm knal buat mas Devon dr ade Nadia :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aiiih... ojo ngenyek mbak..
      tulisan mbak Muna pastiya lebih keren dong..

      Delete
  4. Devon ndut ya dl,pgn nyubit deh .. :))

    ReplyDelete
  5. Memang luar biasa ya saat kita telah dipercaya utk mendapatkan amanah ini. Membaca tulisan mas Insan ini membuatku teringat pada ekspresi takjub dan bahagia dari suamiku saat kami dianugerahi putri pertama. Saat dia deg2an, cemas dan seribu satu rasa yg baru saat itu dialaminya sesaat sblm putri kami lahir.
    Justru si ayah baru inilah yg trauma saat ditanya mau punya baby lagi kapan hehehee... Ya karena melihat betapa sakit dan sulitnya aku melahirkan kala itu. Padahal buatku sendiri tidak apa2, ya wajarlah klo persalinan normal itu kontraksi melulu. Si ayah ini yg tidak tega melihatnya ;)
    Sukses utk GAnya ya mas Insan, tulisannya memikat seperti biasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak Uniek, yang membayangkan biasanya lebih tegang dari yang mengalami sendiri, karena ini menyangkut dua nyawa sekaligus..
      Toss dulu dong sama suaminya..

      Delete
  6. Sama kayak yg dirasakan suami saya ini. Katanya sesangar dan sepemberani apapun laki2, pasti ketar ketir kalo nunggu kelahiran buah hatinya. :)


    ReplyDelete
    Replies
    1. iya setuju banget, kendatipun seorang preman kelas kakap akan tetap gelisah menunggu kelahiran buah hati..

      Delete
  7. Kelahiran sang buah hati memang mendatangkan kebahagiaan yang berlimpah bagi orang tua. Lucu banget fotonya he he.. sukses ngontesnya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat.. sangat memberi kebahagiaan dlm keluarga..

      makasih ya mbak

      Delete
  8. sungguh ku menunggu moment ini... Saat ada panggilan baru untuk ku dan suamiku...
    Tapi ntah kapan.....hanya tuhan yang tau...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar ya mbak, Alloh selalu punya rencana dan kejutan yang tidak dsangka2

      Delete
  9. Devondia Difa Indara, nama yang kelak akan bersinar bagai bintang kejora. Menjadi pemimpin yang cakap dalam ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan, dan sehat jasmani rohaninya.
    Berbakti pada orang tua, ya nak. Papa dan mama pasti akan melakukan segala kebaikan buatmu.

    Aamiin Ya Rabbal Alamiin.


    Cubit pipi Devon :D Gemesss.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..., Aamiin... Aamiin Ya Robbal Alamiin..
      terimakasih mbak untuk doa2nya..

      Etar deh kalau ketemu dicubitin.. hehehehe

      Delete
    2. jangan keras-keras ya mas nyubitnya. Ntar Dev sakit. Usapin kepalanya sekalian. :)

      Delete
  10. Devondia Difa Indara, nama yang indah.
    Semoga menjadi anak yang berbakti pada ibu bapaknya.. :)

    Makasih sudah ikutan GA..
    OK. Tercatat sebagai pesertta^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya mbak...
      semoga tidak mengecewakan

      Delete
  11. aminnnn.....
    Devon dah besar,dah pintar juga...semoga jadi anak yang soleh
    semoga kebahagiaan punya momongan menular kepada saya ya mas aminnnnnnnnnnnn :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih...
      Semoga ya mbak..., semoga segera diberi momongan.

      Delete
  12. Tulisane apik pol.. Sejenak ikut ngebayangin suasananya akibat karangan indahnya kata yang tersusun rapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih mas shophie, karyanya tidak kalah indah kok.

      Delete
  13. wah Masya Allah.. lucu sekali.. ^^
    empat belas tahun yang lalu? berarti seumuran denganku ya? aku juga 14 taun..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah 14 tahun sudah dewasa banget, sdh pinter ngeblog...
      jangan berhenti belajar ya..

      Delete
  14. Subhannallah. saya yang baca aja ikut merinding karena sekiranya masih lama untuk mengalami saat-saat mendebarkan itu. semoga Allah selalu melindungi Mas dan keluarga ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin semoga adik segera dipertemukan dengan jodohnya dan bersatu dlm pelaminan suci...

      terimakasih doanya ya

      Delete
  15. selalu nyaris speachless kalo baca tulisan kang budhi :) #basabasi..plakkkk :D

    aniwei, sesuatu banget emang ya kang saat kita di anugerahiNYA buah hati...saat2 transformasi seorang pria ada disaat seperti itu..

    kaka devon, nanti kalo dede hanif sama dede ali ke surabaya ajak jalan2 yak #eh..ga nyambung

    ReplyDelete
    Replies
    1. bleeeggaarrr.... #lempar granat...

      kalo Dede Hanif sama dene Ali sih oke aja, kalo Abinya.. gak usah ikut ya... ngehabisin jatah makan..
      wahahahahahaha

      Delete
  16. devon kecil sudah terlihat gantengya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak.., ayahnya juga ganteng kok... #ups

      Delete
  17. devon kecil unyu ya mas insan :), sukses GA nya

    ReplyDelete
  18. wah laris manis GA bang Budi.. hemm.. nikmatnya bulan ramadhan hehe..

    aamiin. buat ayah yng baik salam buat Devon. hee..

    eh baca judulnya jadi inget lagunya Padi.. hehhe
    tetaplah menajdi bintang di Langit
    agar cinta kita abadi...
    biarlah cintamu tetp menyinari awan ini
    agar menjadi saksi cinta kita ber2..

    priit..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laris kaya kacang goreng yah..
      salam balik buat kakak Annur.

      wau lagunya dalem banget,,, siapa yang jadi bintangnya hayooo...

      Delete
  19. Aih..indahnya. Semoga saya segera mengalami momen yang sama. aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. semoga ya mbak segera diberi amanah momongan..

      Delete