Saturday, November 17, 2012

Wahai Orang-orang Terhormat

Wahai orang-orang terhormat...!!
Maafkan, bukan kami mengumpat
Apalagi hendak menghujat
Kami hanya menagih janjimu nan memikat
Saat sebelum pemilu dihelat
Kau janjikan negeri ini menjadi negeri bermartabat
Income perkapita jadi meningkat
Agar rakyat tidak lagi melarat
Anak-anak bisa hidup sehat

Wahai orang-orang terhormat...!!
Dulu kalian selalu merapat
Mengaku sebagai wakil rakyat
Yang akan memegang amanat
Kau janjikan segalanya menjadi nikmat
Tapi setelah menjabat
Jangankan mendekat melirikpun tidak sempat
Justru yang ada malah berkhianat
Uang rakyat habis kau sikat
Untuk kepentingan pribadi dan kerabat
Rakyat bukan hanya hidup melarat
Tapi kondisinya sudah stadium empat
Bahkan sudah hampir sekarat
Hingga tak tahu apa yang di perbuat
Karena kekehidupan makin pekat

Wahai orang-orang terhormat...!!
Ingatlah akan akhirat
Jangan hanya mementingkan nafsu dan syahwat
Berhentilah bermaksiat
Segeralah bertaubat
Jangan menunggu datangnya kiamat
Jangan Sampai Allah melaknat
Dengan adzabnya yang maha dahsyat
Dan api neraka yang siap melumat

Wahai orang-orang terhormat...!!
Semoga kalian segera bertaubat
Agar Allah memberinya Rahmat
Dan hidup kalian bermanfaat bagi umat

Aamiin..


Artikel Media Macarita Sejenis

Categories:

17 comments:

"Setelah dibaca silakan berikan komentar sesuai isi posting. Karena isi posting sopan maka diharap komentarnya juga sopan dan tidak menulis komentar spam yang tidak ada hubungannya dengan posting. Maaf jika komentar OOT terpaksa kami hapus."

  1. menyindir secara halus, memanggil oran2 terhormat tapi kadang gag hormat yaa om :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hanya menyindir ya Niar, tidak menghujat

      Delete
  2. Wahai orang-orang terhormat
    Kenapa anggaran kerap kalian sunat
    dan kalian monopoli demi kepentingan sesaat
    Orang bijak, kau bilang, adalah orang yang bayar pajak
    tapi orang yang menilep pajak tidak pernah disebut bejat
    padahal perilaku mereka lebih rendah dari binatang penarik bajak

    wahai kalian orang2 terhormat
    cukuplah kesabaran kami menjadi kesumat
    biarlah Allah yang melakanat
    dengan azab dan keterpurukan yang mahadahsyat.

    ReplyDelete
  3. sikap kita telah santun dalam mengkritik, tetapi mengapa mereka tidak santun2 juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu bedanya orang yang punya hati dan tidak punya hati...

      Delete
  4. wahai orang-orang terhormat
    tak takutkah akan azab Alloh yang berat
    atas setiap abaian dari sebuah amanat
    atau tidak tergiurkah engkau akan nikmat luas akhirat
    sebagai balasan terhadapa amar ma'ruf nahi mungkar yang kau buat??

    ReplyDelete
  5. Orang2 terhormat
    Mengaku terhormat
    tetapi sebenernya lebih tidak terhormat
    Ketimbang yang paling tidak terhormat..

    :)

    ReplyDelete
  6. Langsung kesini dari stasiun... penasaran sama tulisan yang perboden buat saya. Maaf ya plang perbodennya saya cabut sendiri tadi.
    Ternyata tulisannya memang membuat saya tercekat
    Rasa lelah perjalanan seketika minggat
    Memperhatikan kalimat2nya dengan lekat
    Menjadikan bibirku tersenyum tanpa dibuat-buat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wau...Nekaaad....
      Alhamdulillah jika pulang dengan selamat
      dan berharap mbak Niken tetap sehat
      perbanyaklah istirahat
      agar encoknya gak kumat...

      wkwkwkwkwk

      [im]https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSVhm88tQI7uB-8S35doQZuofaO8zJpkcgU3nZHrjoKpJDCq6QQ[/]

      Delete
  7. [im]https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSVhm88tQI7uB-8S35doQZuofaO8zJpkcgU3nZHrjoKpJDCq6QQ[/im]

    ReplyDelete
  8. semoga orng orang terhormat itu diberi kesadaran oleh Yang Maha Kuasa ya mas Insan

    ReplyDelete
  9. Puisi-puisinya makin kereeen ... cetar membahana banget deeeh :)

    ReplyDelete