Thursday, November 8, 2012

Bias Midan

"Kedua Orang tua ibarat ladang amal di dunia untuk bekal kehidupan di akhirat nanti, maka jika kalian masih mempunyai orang tua tapi tidak menjaganya bahkan mendurhakainya maka sungguh suatu kerugian yang besar"

Sore itu ketika aku memasuki dipelataran Masjid ada suara memberi salam dengan ramahnya “assalamualaykum” sepontan tanpa melihat siapa yang memberi salam kujawab “wa’alaykumsalam” kemudian sesosok remaja menghampiriku seraya menjabat tanganku? Dengan seuntai senyum dibibirnya sebagai ciri khasnya. Remaja itu bernama Midan.

Midan adalah seorang Muadzin juga Qori di masjid dekat rumah, kamipun terlibat percakapan dengannya, tapi tak lama Midan mohon izin untuk mengumandangkan adzan karena saat magrib sudah tiba. Suara adzan ini benar-benar indah sampai merinding aku dibuatnya. Subhanallah.

Setelah sholat magrib berjamaah selesai Midan kembali menghampiriku, seperti biasa dia banyak bercerita dan berdiskusi perihal agama, kehidupan dan lain-lainnya. Dari kecil Midan termasuk anak yang kritis dibanding anak-anak seusianya, banyak pertanyaan yang kadang membuatku berpikir keras dan cukup hati-hati menjawabnya.

Pikiranku kembali melayang pada beberapa tahun yang lalu, saat aku menjadi bagian dari Remaja Masjid. Saat itu Midan masih anak-anak, dia datang dari desa kecil di sebuah daerah di Kalimantan, setelah kedua orang tuanya meninggal dia diambil oleh Pak Yatno pamannya, sebenarnya pak Yatno sendiri bukan orang yang berkecukupan bahkan kalau boleh dibilang sangat kekurangan, dia menetap di masjid sekaligus sebagai tukang bersih-bersih. Jika ada yang membutuhkan tenaganya dia bisa juga sebagai pekerja dibangunan. Tapi Alhamdulillah karena Midan termasuk anak yang cerdas ada salah satu jamaah masjid yang bersedia menjadi ayah asuh untuk membiayai sekolahnya.

Di Remaja Masjid ada program belajar mengajar dari Remaja Masjid untuk anak-anak SD disekitar Masjid yang diberi nama Pena Irma, dari situlah Midan Kecil belajar ngaji sekaligus belajar tentang pelajaran di sekolahnya. Kebetulan Midan adalah salah satu yang aku bantu untuk belajar membaca juz'amma dan belajar pelajaran sekolah jadi aku cukup paham dengan kemampuannya. Setelah dia masuk SMP aku sarankan untuk ikut belajar Qiro'ah. Maka dari kemauan dan kerja kerasnya serta doanya akhirnya Midan bisa menjadi seorang Qori yang cukup bagus yang bisa dibanggakan.

biaskanlah aura positif keseluruh alam
Pada intinya seseorang tergantung dari kemauan yang disertai kerja keras selain doa yang menjadi faktor utama, jika kalian menganggap uang berlimpah sebagai sarana utama menuju yang lebih baik, maka contoh nyata adalah Midan, dengan segala keterbatasannya dia mampu bangkit dan terus berusaha. Karena hidup tidak hanya cukup dengan mengeluh, tidak akan bisa bertahan jika hanya menghitung kekurangan diri tapi berjuang semaksimal mungkin dan apapun hasilnya Allah yang akan menentukan. Yang terpenting adalah biaskanlah aura positif keseluruh alam, maka alampun akan membantu kita. Hargailah orang lain maka orang lain akan menghargai kita.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Alam Nasyrah:5-6).

Midan telah membuktikan dari seorang anak yatim piatu yang serba kekurangan mampu membuat perubahan bagi dirinya. Midan tumbuh menjadi sosok pemuda yang mandiri, menjadi pemuda yang jauh dari sifat cengeng, Midan hanya mengeluhkan dirinya kepada sang pemilik jiwa ini yaitu Allah Ta’ala. Dan Insya Allah dalam waktu dekat Midan akan menjadi seorang sarjana Teknik…., Selamat!!


Artikel Media Macarita Sejenis

Categories:

14 comments:

"Setelah dibaca silakan berikan komentar sesuai isi posting. Karena isi posting sopan maka diharap komentarnya juga sopan dan tidak menulis komentar spam yang tidak ada hubungannya dengan posting. Maaf jika komentar OOT terpaksa kami hapus."

  1. Jalan hidup memang gak selalu mulus dan tidak selalu terjal karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan. semoga Midan menjadi teknik yang membanggakan....

    Sukses GAnya Mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...
      saya berharap Midan jika menjadi seorang ilmuan bukan seperti Haman

      Delete
  2. Yakin bakal ada sesuatu kalau tidak disini ya di Media Robbani. Ternyata benar.
    Saya suka dgn gambar dan kalimat... Biaskan aura positif ke seluruh alam... Itu sebuah kekuatan yang tersimpan dalam hati.
    Buat seorang Midan yg sjk kecil sudah yatim bahkan piatu, kekuatan itu dia miliki sampai pada sebuah pembuktian bahwa dgn keterbatasan dia mampu melakukan hal yg lbh dibandingkan anak2 seusianya. Menjadi qori dan muadzin.

    GA yg ditulis dgn the power of kepepet... Keren juga pak. Semoga sukses ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe.... mbak Niken bisa aja..
      yah begitulah Midan ada semangat yang menerangi jiwanya..

      power of kepepet kadang memang mampu menghasilkan sesuatu ya mbak...

      Delete
    2. tuuh khan juri sepakat sama sy mas... tulisan ini memang keren kok...Tapi jangan jadi kebiasaan ya mepet2 gini... :D

      Delete
  3. mas Insan jadi penutup nih kayanya :) jadi inget jaman kecil dulu kalau ngaji di mesjid depan rumah suka males2an hehehe eh tapi ternyata ada hikmahnya juga ya skr kalau bisa mengaji

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.. sama mbak, tp karena ada tugas utk ngajarin ngaji anak2 jadi tidak boleh ada kata males

      Delete
  4. Salam salut dan kagum untuk Midan
    Tulisan ini indah dan mencerahkan

    Tercatat sebagai peserta GA Cinta untuk Anak Yatim di http://romantisan.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih ya kang...
      semoga gak telat dan berkenan dgn tulisan saldi ini

      Delete
  5. semoga midan bisa menjadi putra yang lebih baik lagi mas

    semoga sukses di GA nya

    ReplyDelete
  6. Dan saya juga percaya, pada intinya kita tergantung dari kemauan yang disertai kerja keras kemudian doa yang utk menghantarkan permohonan hasil terbaik....dan Man jadda wa Jadda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss dulu Ririe...
      jadi gakk boleh menyerah ya..

      Delete